Sambutan Direktur Utama

Message from President Director

“Keseimbangan alam adalah suatu keharusan”. Kalimat itu terasa menggantung di awang-awang dan bahkan sering disampaikan terutama oleh para environmentalist yang dianggap “tidak menginjak bumi”, tetapi sesungguhnya kalimat itu yang mendasari keberlangsungan bisnis PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam mengembangkan energi geothermal di Indonesia. Hal inilah yang selalu Saya tekankan ke seluruh jajaran pekerja PGE dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa pengembangan energi geothermal adalah semata-mata mengambil kandungan sumber daya alam dari dalam bumi tetapi lebih hanya mengekstraksi temperatur dan tekanannya saja. Karena baik air panas atau uap yang diambil dari dalam bumi akan diinjeksikan kembali, walaupun demikian PGE tetap memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam sekitar daerah operasional, sehingga timbulah gagasan untuk menjadikan daerah Kamojang dan sekitarnya menjadi Desa Wisata yang berbasiskan pada keberagaman dan kearifan budaya lokal dalam pengembangan Wisata Alam, Wisata Edukasi, Wisata Budaya, Wisata Agro dan Wisata Air sebagai sarana memberdayakan keekonomian masyarakat.

Dalam era otonomi daerah dewasa ini, keberadaan suatu proyek bahkan yang jelas-jelas merupakan proyek ramah lingkungan dapat memantik isuisu lingkungan yang dapat menjelma menjadi isu global. Karena itu, Saya menyadari bahwa Kami tak akan mampu berjalan sendiri tanpa dukungan dari seluruh stakeholder terutama Pemerintah Daerah dan masyarakat di sekitar proyek, sehingga Saya berharap dengan terbitnya buku ini mampu memberikan gambaran dan imaginasi kepada para pembaca sinergi antara PGE dengan masyarakat sekitar dalam mengembangkan energi geothermal.

“The balance of nature is a must”. That phrase seems to hang in the midair. It is often conveyed mainly by the environmentalists who are considered “not keeping their feet on the ground”. However, it is considered true on underlying business continuity of PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) in developing geothermal energy in Indonesia. This is what I always emphasize to all levels of PGE’s employees in performing everyday tasks.



It is not appropriate to say the development of geothermal energy is merely taking the content of the natural resources of the earth by only extracting the temperature and pressure. It is all because either hot water or steam which is extracted from the earth will be re-injected back to the reservoir. However PGE still has the responsibility of maintaining the balance of nature around the operational area. This is the base for the plan to transform Kamojang and its surrounding area into a tourism village based on diversity and cultural wisdom in developing Nature Tourism, Educational Tourism, Cultural Tourism, Agro Tourism and Waterpark Tourism as means of empowering the community.



In today’s era of regional autonomy, even the existence of a project that is clearly an environmentally friendly project could ignite the environmental issues that can be transformed into a global issue. I realize that We would not be able to walk on our own without the support of all stakeholders, especially local governments and communities around the project. So, I hope the launching of this book would be able to give an idea and imagination of the synergy between PGE with the surrounding community in developing geothermal energy.

Rony Gunawan Rony Gunawan